Sabtu, 30 Januari 2010

PRINSIP KEJUJURAN

KISAH DAVID DAN PRINSIP KEJUJURAN MEMBAWA BERKAT

Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan. David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu kepinguang logam itu, ke dalam telepon.

"Halo, apa kabar?" telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: "Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan."
Ibu David berkata: "Anakku tersayang, mama tahu." "Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?" David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, "Mama, apa yang telah terjadi di rumah?"

Ibu David berkata, "Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri."

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David juga "tes", "tes" tak hentinya menetes, dan ia berpikir "Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung". David berkata kepada ibunya, "Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian."

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.

Pada detik ketika David mengatakan "Sampai jumpa" kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut. Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu, ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon.

Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, "Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon)."

Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, "Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan." Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.

Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, "Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana."

"Hore!", David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Iamemutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: "Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan." Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.

Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: "Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: "Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan."

So, di saat-saat paling sulit,
Pertama : Jangan melupakan harapan sudah ada di depan mata.
Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.

Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David?
Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.

Tujuh keajaiban dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan Tujuh Keajaiban Dunia saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. Sang guru berkata, Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya.

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, Saya pikir, Tujuh Keajaiban Dunia adalah:
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,


Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai


Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya keajaiban. Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai biasa. Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.

Selamat pagi :) HARI yang indah ,
Semangat untuk anda hidup berkeajaiban dalam DUNIA pasti terjadi ! ! .

Kamis, 29 Oktober 2009

Membersihkan sampah kehidupan


(oleh : Anthony Dio Martin)

Saat tinggal di Vancouver, saya selalu menjumpai semacam ritual setiap musim panas tiba. Pada musim itu, sering digelar garage sale. Banyak keluarga berusaha membersihkan gudang dan seluruh rumah mereka dari barang-barang yang sudah tidak berguna lagi.

Barang-barang yang tak terpakai lagi itu dikumpulkan dan 'dibuang' dengan cara dijual di depan garasi mereka. Biasanya, barang-barang yang dijual itu pun masih dalam kondisi bagus. Tentu saja, bagi pemiliknya, barang-barang itu sebetulnya mengganggu dan hanya sampah.

Dalam kehidupan kita pun, banyak sampah yang tanpa sadar terus-menerus kita timbun. Tanpa sadar, sampah itu mulai mensabotase hidup Anda. Saya mempunyai satu saran untuk dilakukan. Agendakan waktu Anda beberapa hari dalam satu tahun untuk melakukan pembersihan sampah kehidupan Anda. Manfaatnya bakalan luar biasa. Stres akan berkurang. Hidup terasa lebih nyaman. Laju produktivitas Anda juga meningkat.

Sebelumnya, Anda perlu memahami beberapa sampah dalam kehidupan Anda. Lalu seleksilah dan kemudian buanglah. Saya menyarankan minimal ada enam sampah kehidupan yang layak disikapi.

*Sampah pertama?* Jelas, yakni barang-barang di sekitar Anda. Barang-barang yang telah Anda kumpulkan selama bertahun-tahun. Barang-barang itu teronggok dan jarang dijamah lagi. Barang-barang itu biasanya Anda pikirkan sebagai suatu yang sayang kalau dibuang. Tapi, Anda sama sekali urung untuk menyentuhnya. Seperti kertas atau brosur yang terserak di meja atau rak-rak buku. Anda pikir semua itu masih berguna nantinya. Tapi, dalam praktik, Anda tidak pernah menyentuhnya. Akhirnya, kertas itu menumpuk dan menyatu dengan debu dan menimbulkan kesan tidak nyaman.

Selain itu, perhatikan juga barang-barang yang sudah rusak atau produk yang sudah melewati tenggat waktu kadaluarsa. Termasuk barang-barang yang sebenarnya sudah tidak Anda gunakan lagi, tetapi dirasa sayang kalau dibuang. Seperti tumpukan baju mahal yang teronggok di dalam lemari. Bersikap dan berpikirlah realistis. Ada barang yang mungkin seumur hidup Anda, tidak akan berguna lagi.

Daripada menggunung dan mengganggu, buanglah jauh-jauh barang tersebut. Biarkan ruang hidup Anda terasa plong dan berudara nyaman. Situasi ini bisa meningkatkan produktivitas Anda. Anda tidak perlu berlama-lama mencari barang karena begitu banyaknya tumpukan barang tak berharga tergeletak dan menyatu dengan debu.

*Sampah kedua* adalah zat-zat tidak berguna di dalam tubuh. Ini pun perlu Anda bersihkan. Tak jarang, karena pola makan dan hidup tidak teratur, tubuh kita menimbun tumpukan zat-zat yang mengganggu kesehatan. Perlulah Anda mengeluarkan zat-zat itu dengan rajin berolahraga atau pun mengalami proses detox. Proses ini merupakan upaya mengeluarkan berbagai racun dan sampah dalam tubuh. Detox tidak perlu mahal. Ada satu jenis detox murah dengan rajin mengkonsumsi buah-buahan atau jus segar selama beberapa hari.

*Sampah ketiga* adalah sampah-sampah dalam relasi sosial kita. Sebagai mahkluk sosial, kita membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Tapi, ada saatnya kita memberikan evaluasi pada orang-orang di sekeliling kita.
Kita tidak membuang mereka. Robert Kiyosaki, penulis terkenal mengatakan,
"...kita perlu mengambil jarak dengan mereka yang bisa mencuri mimpi kita..."
Mereka mengondisikan kita tidak berhasil dari perwujudan mimpi-mimpi itu.

Menjauhi tidak selalu berarti fisik. Nah, Anda mencoba mengambil jarak dengan situasi yang gemar meremehkan, membuat Anda tidak bersemangat, patah arang, atau terdemotivasi. Kita sebaiknya sadar dan waspada pada kondisi ini.

*Sampah keempat* adalah sisa-sisa masa lalu yang menjadi penghambat kehidupan kita sekarang. Sampah itu bisa berupa luka-luka batin yang masih terus-menerus dan kita bawa hingga sekarang. Akibatnya menjadi beban yang luarbiasa beratnya.

Ini bisa berupa sampah-sampah sisa kejayaan masa lampau yang terus-menerus kita bawa terus sebagai nostalgia tanpa mau meningkatkan diri. Kita terbekap pada romantisme masa lalu. Ada seorang artis tua yang setiap saat selalu menyombongkan kejayaannya. Tapi, tidak mengembangkan diri pada saat sekarang. Akibatnya? Ia tersisihkan.

*Sampah kelima* adalah sampah pikiran kita.
Banyak pikiran yang membentuk kehidupan Anda sekarang. Di antara pikiran itu ada yang Anda warisi dan ada pula yang Anda pelajari. Ada yang bagus, tetapi ada pula yang menghambat. Sadari sampah pikiran itu, dan belajarlah membuangnya. Katakan lagi kepada pikiran itu dengan pikiran lain yang menurut Anda lebih memberdayakan.

Untuk membuang sampah pikiran ini, ada baiknya Anda mengambil waktu untuk rileks atau bermeditasi sejenak. Renungkan keyakinan dan nilai-nilai yang Anda hayati. Cek lagi mana yang baik dan mana yang membuat hidup Anda makin keropos.

Akhirnya, *sampah terakhir atau keenam* adalah sampah dosa kita. Timbunan dosa kita bisa membuat kita terjerat. Efeknya bisa sampai pada kehidupan kekekalan kita. Sesekali ada baiknya kita menilai pula apa hal-hal keliru dan 'dosa' menurut keyakinan kita yang masih terus-menerus kita nikmati.

Dalam prayer therapy dikatakan dosa dan dilema atas kesalahan melawan hati nurani, akhirnya akan menghambat laju kehidupan kita. Ada pemikiran menarik pula, jangan sampai dosa menghambat rencana Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita.

Semoga dengan membersihkan sampah kehidupan kita, hidup kita menjadi lebih bersemangat, lebih damai, dan lebih optimal. Kebersihan benar-benar pangkal kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan batin kita.

Awalilah dari rumah Anda!

Semoga semua hidup berbahagia

Selasa, 27 Oktober 2009

Jadilah Seperti Elang


Tidak ada seorang pun yang dapat membuatmu melayani pelanggan dengan lebih baik. Itu karena pelayanan yang baik adalah sebuah PILIHAN ..

Harvey Mackay, menceritakan sebuah kisah tentang seorang pengemudi taksi yang membuktikan hal ini.

Suatu hari ia sedang mengantri menunggu taksi di sebuah airport. Ketika sebuah taksi mendekat hal pertama yang ia perhatikan adalah keadaan taksi tersebut yang tampak sudah digosok hingga mengkilap. Pengemudi taksi yang terlihat sangat rapi dalam kemeja putih, dasi hitam dan celana panjang hitam tersebut keluar dan memutari taksi tersebut untuk membukakan pintu untuk Harvey.

Dia memberi temanku sebuah kartu yang telah dilaminating dan berkata: "Saya Wally, supir anda. Selagi saya memasukan barang-barang anda ke bagasi, saya harap anda bersedia untuk membaca pernyataan misi saya."

Harvey mengambil dan membaca kartu tersebut.

Di sana tertulis :

Pernyataan Misi Wally : "Untuk mengantarkan penumpang saya ke tempat tujuan mereka dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat".

Hal ini sempat membuat Harvey terkejut. Terutama ketika ia menyadari bahwa keadaan di dalam taksi tersebut persis sama dengan tampak luarnya. Bersih tanpa noda!

Sambil mengemudi, Wally berkata, "Apakah anda mau segelas kopi? Saya memiliki satu thermos kopi biasa dan satu decaf." Sambil
bercanda teman saya berkata, "Tidak, saya lebih memilih soft drink." Wally tersenyum dan berkata, "Tidak masalah, Saya memiliki pendingin yang berisi Cola, Diet Cola, air, dan jus jeruk."

Harvey berkata dengan hampir tergagap, "Baiklah saya akan mengambil Diet Cola."

Sambil memberikan minuman kepada Harvey, Wally berkata, "Bila anda membutuhkan bacaan, saya punya Wall Street journal, Time, Sport illustration dan USA Today."

Sambil menepi, Wally menawarkan teman saya sebuah kartu berlaminating yang lain. "Ini adalah beberapa daftar stasiun radio dan musik yang dimainkannya yang dapat diputar disini bila anda berkenan mendengarkan radio."

Dan seakan semua itu tidak cukup, Wally memberitahu Harvey bahwa AC telah dinyalakan dan bertanya apakah suhunya sudah cukup nyaman untuknya.

Kemudian ia menyarankan rute terbaik menuju tempat tujuannya di waktu seperti saat itu. Dia juga berkata bahwa ia akan sangat senang untuk mengobrol atau menceritakan tentang beberapa pemandangan, atau jika Harvey lebih memilih untuk dibiarkan sendiri.

"Wally, tolong beri tahu saya," dengan kagum teman saya bertanya kepada pengemudi tersebut, "Apakah anda selalu melayani setiap penumpang seperti ini?"

Wally tersenyum melalui kaca spion depan.

"Tidak, tidak selalu, malahan hal ini baru saya lakukan dua tahun belakangan ini. Selama lima tahun pertama saya mengemudikan taksi, saya menghabiskan sebagian besar waktu saya untuk mengeluh sebagaimana yang dilakukan kebanyakan pengemudi taksi. Hingga suatu hari saya mendengar guru pengembangan pribadi, Wayne Dyer di radio. Dia baru saja menulis sebuah buku berjudul 'Anda akan Melihatnya Ketika Anda Mempercayainya' ."

"Dyer berkata bila kamu bangun di pagi hari dan mengharapkan hari yang baik, namun kamu sering mengeluh dan bersikap negatif terhadap setiap keadaan. Maka kamu akan mendapati hari-hari yg buruk."

"Dia berkata, 'Berhentilah mengeluh! Buatlah dirimu berbeda dalam kompetisi. Jangan menjadi seekor bebek. Jadilah seekor Elang'. Bebek terbiasa mengeluh sedangkan Elang terbang tinggi di angkasa dengan penuh kedamaian dan kemenangan."

* Semoga bermanfaat & menjadi inspirasi *